tugas bahasa indonesia ke-7


Nama          : Yuliawati
Kelas           : 3EA10
NPM           : 11208331
Mata Kuliah   : Bahasa Indonesia

KAJIAN TEORI MENGENAI RINGKASAN
 
Latar Belakang Masalah

Buku pelajaran yang tebal terkadang membuat semangat kita berkurang karena rasa malas yang terkadang menyerang. Untuk mempermudah kita dalam belajar maka perlu dibuat suatu ringkasan dimana, ringkasan dimana isi ringkasan tersebut dapat mencakup keseluruhan dari buku yang sedang dipelajari. Ringkasan atau biasa yang disebut dengan précis adalah suatu cara yan efektif untuk menyajikan karangan yang panjang dalam sajian yang singkat. Jadi, ringkasan merupakan keterampilan mereproduksi hasil karya yang sudah ada dalam bentuk yang singkat.
Sebuah ringkasan bermula dari karangan sumber yang panjang, yang kemudian dipangkas dengan mengambil halhal atau bagian yang pokok dengan membuang perincian serta ilustrasi. Meskipun begitu, sebuah ringkasan tetap mempertahankan pikiran pengarang serta pendekatannya yang asli. Ringkasan berbeda dengan ikhtisar. Walaupun kedua istilah itu sering disamakan, tapi sesungguhnya keduanya berbeda. Ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli namun tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarang asli. Ikhtisar sebaliknya, tidak perlu mempertahankan sistematika penulisan sesuai dengan aslinya dan tidak perlu menyajikan isi dari seluruh karangan itu secara proporsional. Dalam ikhtisar, penulis dapat langsung mengemukakan pokok uraian, sementara bagian yang dianggap kurang penting dapat dibuang. Ringksan bertujuan untut melihat apakah seorang murid dapat menerima pelajaran secara baik dengan cara menceritakan kembali walalupun tidak secara keseluruhan tetapi, point terpenting dari cerita yang telah di berikan dapat di ulas kembali.


Pembahasan
Ö   Bagaimana cara membuat suatu ringkasan yang baik ?
Dalam mebuat suatu ringkasan yang baik kita perlu memperhatikan beberapa langkah diantarantya adalah:
      Membaca naskah asli. Penulis ringkasan harus membaca naskah asli secara keseluruhan beebrapa kali untuk mengetahui kesan umum, maksud pengarang, serta sudut pandangnya. Membaca naskah asli satu atau dua kali, kalau perlu diulang hingga beberapa kali. Judul dan daftar isi karangan dapat dipakai sebagai pegangan untuk mendapatkan kesan umum, maksud pengarang asli dan sudut pandangan pengarang yang tersirat dalam karangan itu.
    Mencatat Gagasan Utama. Semua hal yang menjadi gasan utama atau gagasan penting digarisbawahiatau dicatat. Mencatat semua gagasan yang penting dalam bagian atau alinea Pencatatan dilakukan dengan dua tujuan: pertama untuk pengamanan agar memudahkan penulis pada waktu meneliti kembali apakah pokok-pokok yang dicatat itu penting atau tidak; kedua adalah untuk menjadi dasar bagi pengolahan selanjutnya. Tujuan terpenting pencatatan adalah agar tanpa ikatan teks asli, penulis mulai menulis kembali untuk menyusun sebuah ringkasan. Pada pencatatan gagasan utama ini judul-judul bab, judul anak bab dan alinea harus dijadikan sasaran pencatatan. Perhatikan bahwa ada alinea yang dapat dihilangkan atau diabaikan sama sekali karena sifatnya hanya ilustrasi atau deskripsi untuk menjelaskan gagasan utama dalam alinea sebelumnya.
    Membuat reproduksi. Menyusun kembali suatu karangan singkat berdasarkan gagasan-gagasan penting yang dicatat tadi. Dengan menggunakan catatan dari langkah kedua dan kesan umum yang diperoleh pada langkah pertama, penulis siap membuat ringkasan. Menyusun kalimat baru, merangkaikan semua gagasan ke dalam suatu wacana yang jelas dan dapat diterima akal sehat, sekaligus menggambarkan kembali isi karangan aslinya. Bila ada gagasan yang masih kabur, maka dapat melihat kembali teks asli, tetapi dalam hal lain teks asli hendaknya tidak digunakan lagi agar tidak tergoda menggunakan kalimat dari pengarang asli. Kalimat pengarang asli hanya boleh digunakan bila kalimat it dianggap penting karena merupakan kaidah, kesimpulan, atau perumusan padat.
      Ketentuan tambahan. Ada ketentuan tambahan selain ketiga cara di atas, yaitu sebagai berikut :
          Lebih baik menggunakan kalimat tunggal daripada kalimat majemuk.
          Ringkaslah kalimat farasa, frasa menjadi kata, gagasan panjang sentral saja. Bahkan, jika tidak diperlukan sebuah paragraph dapat dipangkas atau dibuang.
          Semua paragraph ilustrasi yang dianggap penting harus dipersingkat atau digeneralisasi.
          Bila mungkin, semua keterangan atau kata sifat dibuang
          Dalam ringkasan, tidak ada pemikiran atau interprestasi baru dari penulis ringkasan.
          Ringkasan dari sumber asli yang berupa naskah pidato atau pidato langsung, pengunaan kata ganti orang pertama tunggal atau jamak harus ditulis dengan sudut pandang orang ketiga.
          Sebuah ringkasan umumnya ditentukan dari panjang ringkasan finalnya, misalnya 150 atau 200 kata bergantung pada permintaannya.

Penutup
Ringkasan dibuat tidak hanya untuk mempermudah dalam mempelajari suatu hal, tetapi juga dapat sebagai tolak ukur dalam penilaian siswa dalam belajar. Selain itu, ringksan dalam meringankan beban dalam belajar.

Contoh dari penjelasan di atas adalah :
Dari penjelasan di atas dapat dibuat suatu ringkasan yaitu :
a.     Ringkasan adalah suatu cara efektif untuk menyajikan karangan yang panjang dalan sajian yang singkat.
b.     Cara membuat ringkasan. Ada beberapa ara dalam mebuat ringkasan yang baik dan teratur, yaitu membacanaskah asli, mencatat gagasan utama, membuat reproduksi, dan ketentuan tambahan.





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar